Daftar isi

3 Strategi Pemasaran Cross-Selling, Upselling, & Bundling

Tingkatkan Penjualan Cross-Selling dan Upselling

Ada banyak teknik untuk meningkatkan penjualan. Salah satu teknik yang populer untuk meningkatkan penjualan salah satunya adalah Cross-Selling, Upselling, & Bundling. Cara ini dianggap apuh oleh para merketer karena bisa diterapkan secara offline maupun online. Namun apa itu cross-selling dan upselling? Ijinkan Diyana untuk menjelaskannya.

Strategi Cross-Selling

Cross-selling adalah kegiatan menawarkan produk lain ketika berhasil menjual suatu produk. Produk yang ditawarkan tidak sama dengan produk utama. Meski demikian produk tersebut bisa melengkapi produk utama. Secara sederhana cross-selling adalah menawarkan produk  lainnya untuk melengkapi produk utama. Contohnya, ketika salah satu smartphone laku terjual, Anda juga menawarkan aksesorisnya juga. Aksesoris itu bisa berupa anti gores, soft case, atau kartu memori.

Kiat-kiat menerapkan strategi Cross-selling.

  • Melengkapi Produk Utama
    Asumsikan bahwa konsumen sedang lupa untuk membeli sesuatu yang berhubungan dengan produk utama. Contoh, menawarkan shampo, sikat gigi, sabun muka ketika konsumen membelu sabun mandi..
  • Menawarkan Produk Sehari-hari
    Menawarkan produk fast moving yang dipakai masyarakat sehari-hari. Pembeli biasanya tidak mempertimbangkan untuk membeli produk semacam ini, karena produk ini pasti akan digunakan atau pasti akan habis terkonsumsi. Misalnya, minyak, susu, token listrik, snack, pulsa.
  • Produk yang sedang ada harga Promo
    Konsumen kadang kurang awas terhadap barang tertentu yang sedang promo. Sudah jadi kewajiban bagi seorang sales untuk menawarkan produk promo tersebut pada pembeli. Bisa saja pembeli tidak membelinya, tapi informasi tersebut sudah terekan dalam ingatan mereka. Cara ini biasanya diinformasikan pada orang lain sehingga promosinya bisa dari mulut ke mulut.

Strategi Upselling

Upselling adalah kegiatan menawarkan produk serupa dengan speifikasi yang lebih tinggi dari produk sebelumnya. Tujuannya agar Anda bisa menjual produk yang nilainya lebih tinggi. Kalau bisa mejual yang lebih mahal, kenapa harus menjual produk yang lebih murah? Singkatnya, strategi upselling adalah kegiatan menawarkan produk satu kelas lebih tinggi dari yang dipilih pembeli. Contohnya, ketika ada yang membeli smartphone dengan RAM 2GB harga Rp 1.500.000, tapi Anda justru menawarkan smartphone dengan spesifikasi RAM 3GB dengan harga Rp 2.000.000.

Kiat-kiat menerapkan strategi Upselling.

  • Menyesuaikan Kebutuhan Konsumen
    Konsumen sadar akan kebutuhannya namun belum tentu sadarkan kemampuan barang yang akan dibelinya. Sebagai penjual Anda harus mencari informasi bagaimana alat itu akan digunakan oleh sang konsumen. Misalnya konsumen yang sedang mencari laptop. Dia tahu dirinya membutuhkan laptop untuk bekerja. Namun kita tidak tahu sang pembeli ini akan mempergunakan laptop untuk pekerjaan apa. Bisa jadi sang konsumen bekerja sebagai penulis, tapi dirinya juga menyukai desain. Untuk kegiatan menulis tentunya tidak membutuhkan spesifikasi besar, namun untuk desain membutuhkan spek lebih besar.
  • Menyesuaikan dengan Budget
    Terkadang konsumen memiliki budget belanja yang besar. Akan sangat merugikan jika kita menerap strategi upselling. Bila kita bertemu dengan konsumen seperti ini, jangan ragu untuk menawarkan produk yang kualitasnya terbaik. Kasus semacam ini biasa kita temui pada produk-produk tertentu seperti properti, mobil, smartphone, dan barang elektronik lainnya.
  • Produk Promosi
    Salah seorang pembeli ingin membeli smartphone tipe A. Kebetulan sedang ada promo merk lain yang spesifikasinya lebih tinggi dengan harga terpaut berdekatan. Dengan melihat spesifikasi lebih tinggi dengan harga yang tidak terpaut banyak, biasanya pembeli akan memilih yang spesifikasinya lebih tinggi.
  • Produk dengan Kuantitas Lebih Besar
    Produk sama dengan berbagai macam ukuran sangat potensial untuk menerapkan Upselling. Misalnya ada konsumen hendak membeli kopi ukuran gelas S. Di sini Anda wajib menawarkan ukuran M dengan alasan tidak perlu memesan minuman lagi jika dirasa kurang. Konsumen akan berpikir jika membeli ukuran S dua kali akan lebih boros daripada langsung membeli ukuran M sekali saja.

Strategi Bundling

Bundling hampir sama dengan cross-seling. Namun bundling menjual dua atau lebih produk sekaligus dalam satu kesatuan harga. Jadinya konsumen dipaksa untuk membelinya sekaligus karena tidak ada harga ecerannya. Bundling menciptakan harga lebih murah, sedangkan cross-selling tidak demikian. Misalnya disalah satu supermarket sedang menawarkan bundling peralatan mandi yang isinya ada sabun, shampo, odol, sikat gigi, dan sabut mandi.

Kiat-kiat menerapkan strategi bundling.

  • Produk lebih Dominan
    Bundling produk fast moving supanaya produk slow moving akan ikut terjual. Namun jangan sampai produk yang fast moving terseret menjadi slow moving. Perlu analisa cermat sebelum menjalankan strategi bundling jenis ini, jika dirasa berat, bundling bisa dilakukan dengan dua produk fast moving di bundling dengan satu produk slow moving. Contoh lainnya yaitu produk fast moving ukuran besar di bundling dengan produk slow moving ukuran kecil.
  • Produk Sejajar (diskon dalam bentuk barang)
    Strategi ini maksudnya adalah biasanya memberikan diskon berupa barang. Contohnya tiga produk di bundling jadi satu paket dengan harga dua produk saja. Hal ini sebenarnya sama dengan produk tersebut didiskon 33%.
  • Merupakan Paket Pelengkap
    Menambahkan produk lain sebagai satu kesatuan paket berpotensi membuat sebuah produk memiliki nilai lebih di mata konsumen. Misalnya paket travel termasuk dengan hotel, akomodasi restoran. Hal ini memudahkan konsumen dalam hal administrasi. Bundling smartphone dengan provider kartu yang sudah berisi paket data sekian giga byte. Paket data ini bersifat eksklusif dan tidak bisa dibeli selain membeli smartphone tersebut. Di lain pihak, Anda bisa menjual dan mengenalkan merek produknya. Kamar hotel yang di bundling dengan layanan tertentu seperti spa dengan harga khusus, wisata dengan harga khusus, atau pembelian cendera mata daengan harga khusus.

Sumber:
https://koinworks.com/blog/cross-selling-dan-upselling-memaksimalkan-penjualan-online/
https://distribusipemasaran.com/penjualan-cross-selling-up-selling-dan-bundling/
https://seller.tokopedia.com/edu/cross-selling-dan-upselling/
https://www.niagahoster.co.id/blog/cross-selling-dan-up-selling/
https://laminetam.com/strategi-yang-mampu-meningkatkan-penjualan/

Halo Sobat Diyana

Langganan info Digital Marketing yuk!

Need Help? Chat with us